Lê Xuân LộcKembali ke lima aplikasi

Biar aplikasi yang berpikir.

baseline · Esai · Oktober 2026

Saat latihan, saya tidak mau olah otak. Saya mau olahraga. Saya mau sampai di gym, buka aplikasi, lihat gerakan hari ini, lihat perbandingan tiap beban dengan sesi sebelumnya, dan diberi tahu harus mengangkat seberapa berat. Itu saja. Berpikir itu tugas aplikasi.

baseline adalah aplikasi yang saya bangun untuk itu. Saya membuatnya untuk berlatih dengan progressive overload, artinya sedikit lebih banyak dari sebelumnya, dan untuk menikmati prosesnya. Awalnya saya membangunnya hanya untuk diri sendiri, dengan alat AI. Ikonnya menunjukkan idenya: garis itu adalah baseline kamu, dan titik oranye itu adalah kamu, yang bertahan di atasnya.1

Tanpa keyboard

Sejak awal sekali saya sudah memutuskan memakai cara geser. Mengetik angka berarti mengetuk tombol-tombol kecil. Panah plus dan minus memakan tempat di layar. Dan saya ingin aplikasi ini cukup sederhana supaya suatu hari bisa berjalan di jam tangan, jadi antarmukanya harus benar-benar sederhana.

Di versi pertama ada dua geseran: satu untuk beban, satu untuk repetisi. Saya memakainya setiap hari selama hampir dua minggu. Lumayan oke.

Separuh bawah layar pencatatan set baseline: NEUTRAL-GRIP LAT PULLDOWN, 45 kg × 8 dengan huruf sangat besar, SET 01 /03, sebaris teks yang menyebutkan gestur untuk beban, repetisi, dan satuan, EDIT INPUT, dan tombol LOG SET oranye selebar layar.

Grafik mengubah gesturnya

Saat memakainya, saya merasa ada yang kurang: grafik yang membandingkan beban hari ini dengan beban sebelumnya. Grafik itu saya buat. Beban di sumbu tegak, repetisi di sumbu mendatar, dan setiap set adalah satu blok. Luas blok adalah volumenya, dalam kilogram kali repetisi.

Begitu grafiknya ada di layar, satu geseran lebih masuk akal daripada dua: naik-turun untuk beban, kiri-kanan untuk repetisi. Ke arah-arah itulah bloknya membesar.

Layar pencatatan set baseline.
Grafik. Blok oranye solid membentang di tiga set pada 50 kg, dibandingkan dengan garis tepi putus-putus pada 47.5 kg yang berakhir di 18 repetisi; set keempat digambar sebagai garis tepi. Legendanya bertuliskan LAST, TODAY, dan +5%. Di bawahnya, inputnya menunjukkan 50 kg × 6.

Di mockup ini, sesi sebelumnya 47.5 kg, 18 repetisi: 855. Hari ini tiga set di 50 kg: 900, lima persen lebih banyak. Volume di sini adalah kilogram kali repetisi. Ini bukan ukuran energi, dan saya tidak menyebutnya begitu.

Angka latihan yang berguna harus menyebutkan apa yang diukurnya. Set yang sama-sama tertulis 200 kg bisa berarti jenis usaha yang berbeda: squat, leg press di mesin, dan hold (menahan beban tetap diam) tidak menjadi setara hanya karena angka di bebannya sama. Jadi baseline selalu menampilkan satuannya. Untuk angkatan yang dihitung per repetisi, baseline bisa menampilkan kg·rep. Hold tetap dalam detik, dan carry (berjalan sambil membawa beban) tetap sebagai beban × jarak. Ketiganya tidak semestinya digabung dalam satu total yang pura-pura presisi. Perbandingan yang paling berguna adalah dengan set kamu sendiri yang sebelumnya, pada gerakan dan setup yang sama.

Satu set, lalu istirahat

Layar pencatatan memuat satu gerakan dan satu set. LOG SET adalah satu-satunya tombol besar, dan letaknya sama dengan START WORKOUT di layar beranda: di sepanjang tepi bawah, dengan warna oranye yang sama.

Begitu satu set dicatat, layar menjawab dua kali. Pertama dengan volume yang baru kamu tambahkan. Lalu dengan timer istirahat yang mengambil alih dan menghitung mundur. Tahan untuk melewatinya. Keduanya ada di klip di bagian atas halaman.

Separuh bawah layar beranda baseline: TODAY, daftar berisi dua gerakan, dan tombol START WORKOUT besar berwarna oranye.

Janji

Awalnya baseline hanya untuk saya. Saya tidak peduli ada orang lain yang memakainya atau tidak. Lalu saya sadar, mungkin justru itu sebabnya saya tidak konsisten, padahal konsisten itulah tujuan aplikasi ini. Jadi saya menambahkan sisi sosial, supaya ada sedikit tekanan.

Tapi tidak terlalu banyak. Saya tidak mau aplikasi tentang siapa yang mengangkat lebih berat. Papan peringkatnya saya desain untuk menilai satu hal: seberapa teguh kamu memegang janji pada diri sendiri. Kamu bilang mau berapa sesi seminggu. Bilang empat lalu jalani empat, kamu sejajar dengan orang yang bilang tujuh lalu menjalani tujuh. Seberapa berat yang kamu angkat, dan seberapa sering, tidak dihitung. Penilaiannya saya atur untuk rentang dua belas minggu, dan hari yang terlewat tidak dibawa ke minggu berikutnya.

Separuh atas layar beranda baseline: bilah untuk papan peringkat, aktivitas setahun dalam bentuk grid, dan sebuah kartu bertuliskan SET YOUR BASELINE. Choose 1 to 7 sessions each week. Train on any day.

Feed-nya datang dari tempat lain: aplikasi yang berbeda. Aplikasi itu saya buat, dan baru setelah berjalan saya sadar idenya terlalu jauh dari kenyataan untuk bisa berhasil. Feed-nya pindah ke baseline dan pas.

Feed baseline dengan postingan pendek dari dua akun contoh. Satu postingan memuat ringkasan latihan: Upper Body, 38 min, 9 sets, 3150 kg·rep.

Yang tidak dibuktikan di sini

Tidak ada klaim soal jumlah unduhan, retensi, atau hasil latihan di sini, dan saya belum mengukur apakah mencatat dengan cara ini lebih cepat. Yang bisa saya tunjukkan adalah jalan yang ditempuh, dan ke mana ujungnya.

baseline di App Store Saya terbuka untuk posisi desainer. Kontak

  1. Soal bantuan AI: keputusan-keputusan yang diceritakan di sini adalah keputusan saya. Saya mengarahkan alatnya, membaca apa yang dihasilkannya, dan memeriksanya di perangkat. Saya tidak mengklaim setiap baris kodenya ditulis manual. ↩
  2. Soal gambar: klipnya dipotong dari video demo baseline buatan saya, tanpa suara, pada sesi pertama. Gerakan, beban, dan tanggal di setiap layar adalah data contoh. Grafik dengan 47.5 kg dan 50 kg adalah mockup dengan angka contoh, dan area yang bisa kamu geser adalah reka ulang kecil yang dibuat untuk halaman ini, bukan aplikasinya.